Berita

Prodi ILMU BEDAH Akreditasi LAMPT-KES 13-14 Februari 2017
Prodi ILMU BEDAH FK UNSRI Akreditasi Lam ...
Selanjutnya...
Basic Surgical Skills Course For General Physicians Palembang 23-9-2017
Basic Surgical Skills Course For G ...
Selanjutnya...
Pengumuman

Penerimaan PPDS Bedah Fk. Unsri Palembang Periode Juli 2016

Kebijakan penerimaan peserta ...
Selanjutnya...

PIN Ke-22 Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia
Pertemuan Ilmiah Nasional ke -22
Pe ...
Selanjutnya...
Link

Kurikulum Prodi Ilmu Bedah Fk. Unsri

Lampiran:

Surat Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya

 

Nomor:      /UN9/DT.Kep/2016

 

Tentang Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis-1  Program Studi Ilmu Bedah

 

 

KURIKULUM PROGRAM STUDI ILMU BEDAH

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

 

 

A. VISI

Menjadi Program studi Dokter Spesialis Bedah yang mampu bersaing di Indonesia dan Asia baik dalam hal Pendidikan, Pelayanan, Penelitian bedah yang berstandar Internasional tahun 2019

 

B. MISI

  1. Meningkatkan inovasi peserta didik sehingga mampu memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan Bedah yang berkualitas dan selalu dilandasi etika profesi dan moral agama yang tinggi
  2. Memberikan peluang peserta didik untuk menjadi pakar dalam ilmu bedah, serta berki prah secara internasional
  3. Meningkatkan kemampuan akademik professional untuk mengembangkan profesi bedah, sehingga dapat diakui secara internasional
  4. Meningkatkan inovasi peserta didik dalam pengembangan ilmu bedah berdasarkan pengembangan ilmu terkini, melalui peneleitian ilmiah sehingga mampu mengatasi problematika yang dijumpai di lapangan

 

 

 

 

C. TUJUAN

Tujuan Umum

Program studi ilmu bedah bertujuan menghasilkan dokter spesialis bedah yang mempunyai keahlian klinis, kemampuan akademik, dan kualitas profesional yang unggul.

 

 Tujuan Khusus

Berdasarkan visi, misi dan tujuan yang akan dicapai dalam menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis Prodi Ilmu Bedah adalah menghasilkan lulusan :

  1. 1.  Menjunjung tinggi kode etik kedokteran Indonesia.
  2. 2.  Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk mengatasi masalah  bedah  darurat dan  elektif terutama untuk kasus terbanyak  di Indonesia.
  3. 3.  Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai spesialis ilmu bedah berdasarkan kaidah ilmiah dan berbasis bukti sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan
  4. 4.  Mampu mengembangkan sistem manajemen pelayanan bedah   yang profesional, efisien, dan efektif di lingkungan kerjanya
  5. 5.  Mampumenjalankanprofesibedah  sebagai profesiluhurdalambidangkemanusian

6. Mampumembangunkerjasamatimdalammenjalankanprofesibedahuntukpelayanan yang paripurna

 

D. PROFIL LULUSAN

Memiliki kompetensi minimal sebagai berikut :

  • Care Provider
  • Comminicator
  • Decision Maker
  • Manager
  • Community leader
  • Reseacher

 

E. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN

  1. 1.   Sikap dan Tata Nilai
  2. CP-STN1: Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
  3. CP-STN2:Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika;
  4. CP-STN3:Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupbermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila
  5. CP-STN4: Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
  6. CP-STN5: Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
  7. CP-STN6: Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
  8. CP-STN7: Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
  9. CP-STN8: Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
  10. CP-STN9: Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang Bedah secara mandiri;
  11. CP-STN10: Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  12. CP-STN11: Etika profesionalisme dokter Spesialis Bedah yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat yang mempunyai kemampuan yang baik dalam Sikap terhadap penderita, Sikap terhadap Staf pendidik & Kolega, Sikap terhadap paramedis dan  non paramedis, Disiplin dan tanggung jawab, Ketaatan  pengisian dokumen medik, Ketaatan tugas yang diberikan, dan Ketaatan melaksanakan pedoman penggunaan obat dan alat.
  13. CP-STN12: Komunikasi terhadap kolega, pasien/ keluarga, paramedis dan staf pengajar dilakukan dengan Jujur, Terbuka, dan Bersikap baik.
  14. CP-STN13: Kerjasama yang baik antara kolega, dokter, perawat, karyawan kesehatan, pasien dan keluarga  pasien dan bisa bekerjasama dalam bentuk tim secara harmonis untuk pelayanan secara optimal
  15. CP-STN14: Mengikuti kaidah-kaidah Patient Safety antara lain : IPSG 1-6 (Identifikasi, Cuci tangan, Time Out, Komunikasi efektif, Pencegahan Infeksi, Pemberian Obat).
    1. 2.   Rumusan Kemampuan Bidang Ilmu Pengetahuan
      1. CP-KIP1: Memahami Anatomi bedah, embriologi dan tumbuh kembang, anatomi permukaan tubuh dan anatomi berbagai system organ serta anatomi pencitraan (Imaging Anatomi).
      2. CP-KIP2: Memahami Fisiologi, meliputi fisiologi dasar sel, homeostasis dan mekanisme kontrol, integrasi fungsi organ, metabolisme dan termoregulasi, perdarahan dan syok hypovolemia, keseimbangan cairan dan elektrolit dan terapi cairan perioperatif, hemostasis yang diantaranya : perdarahan, koagulasi, dan transfusi darah.
      3. CP-KIP3: Memahami prinsip patologi; diantaranya cidera sel, nekrosis dan apoptosis, trauma, imunologi dasar, penyakit autoimun, inflamasi, SIRS dan MODS, Klasifikasi autosomal resesif, dominan dan sex linked recessive, klasifikasi sex linked dominan dan multigenik, genetika molekuler, farmakogenetik, patogenesis dan biologi neoplasma : defek gen, aktivasi proto-onkogen, inaktivasi gen suppressor, inisiasi, promosi, progresi, metastasis dan sindroma paraneoplastik serta prinsip pemeriksaan histopatologi, potong beku dan imunohistokimia.
      4. CP-KIP4: Memahami mikrobiologi antara lain diversifikasi mikrobiologi pada infeksi bedah (akut dan kronik), pathogenesis infeksi bakterial, infeksi lokal dan sepsis, infeksi pada jaringan lunak : selulitis, abses, fasciitis nekroticans, gas gangren, infeksi nosokomial dan Surgical Site Infection, respon imun pada infeksi bedah, genetika dan biologi molekuler mikroorganisme, kontrol terhadap mikroorganisme dan mekanisme resistensi antibitika pada mikroorganisme, prinsip-prinsip pencegahan infeksi : disinfeksi, strerilisasi, tindakan a dan antiseptik.
      5. CP-KIP5: Memahami  Farmakologi:Farmakologi pada kasus bedah trauma: analgetik, antibiotika, obat kardiovaskular, dan obat anesthesia.Farmakologi pada kasus bedah sepsis. Terapi rasional antibiotik pada infeksi bedah: terapeutik empirik dan profilaksis. Farmakologi antibiotika pada pasien-pasien kritis. Farmakologi obat-obat inotropik dan vasoaktif pada pasien kritis, Farmakologi kemoterapi. Farmakologi obat anti epilepsi, anti koagulan, dan penyakit endokrin. Serta radioanatomi organ pada foto sinar X dengan dan tanpa zat kontras, Radioanatomi organ pada pemeriksaan ultrasonografi. Radioanatomi organ pada pemeriksaan CT Scan. Radioanatomi organ pada pemeriksaan MRI.
      6. CP-KIP6: MemahamiPatologi dan masalah Patologi dan masalah klinik berbagai penyakit dan kelainan bedah pada bedah digestif, onkologi, orthopaedi, urologi, bedah saraf, bedah anak, bedah plastik, bedah kardiothoraks, bedah vaskular, dan bedah kepala leher.
      7. CP-KIP7: Memahami Tata kerja dan tindakan pencegahan dalam Ruang Perawatan Intensif, Trauma massal, Sistem skor pada trauma, Dukungan metabolik dan nutrisi pada penderita trauma, Systemic Inflammatory Response Syndrome, Gagal organ multipel pasca trauma.
      8. CP-KIP8: Memahami Patofisiologi dan pencegahan ARDS pada penderita trauma, pencegahan dan penanganan infeksi pasca trauma, perawatan pra dan pasca bedah, pemantauan dan pengelolaan syok perdarahan dan koagulopati, terapi nutrisi perioperatif, indikasi dan pemantauan pemasangan ventilator, dasar-dasar anestesi pada kasus bedah elektif dan darurat.
      9. CP-KIP9: Memahami skrining dan Registrasi kanker, prinsip terapi kanker: pembedahan, radioterapi, kemoterapi, immunoterapi, dan terapi hormonal, Dasar-dasar ketrampilan bedah, luka gigitan binatang, tetanus, gas gangren, Kamar bedah dan tatacara kerja kamar bedah, infeksi bedah, infeksi nosokomial.

10. CP-KIP10: Menguasai Asepsis dan antisepsis, maksud dan tujuan, cara pengambilan dan pemeriksaan PA/FNAB, transplantasi organ.

 

  1. a.    Keterampilan klinik bedah dasar

 

  1. CP-KIP11: Memahami dasar-dasar persiapan pemeriksaan dan pembacaan foto polos, dan foto polos dengan kontras, dasar-dasar persiapan pemeriksaan dan pembacaan CT Scan, dasar-dasar persiapan pemeriksaan dan pembacaan MRI, dasar-dasar persiapan pemeriksaan dan pembacaan USG abdomen, dasar-dasar dan jenis radioterapi, tehnik, dan evaluasi hasil radiasi, proteksi radiasi.
  2. CP-KIP12: Mampu melakukan pemeriksaan klinik (anamnesis dan fisik diagnostik) dalam bedah digestif antara lain ; abdomen akut, ikterus obstruktiva, perdarahan saluran cerna atas dan bawah, massa intraabdomen, obstruksi intestinal, benjolan di lipat paha.
  3. CP-KIP 13: Mampu melakukan pemeriksaan klinik (anamnesis dan fisik diagnostik) dalam bedah Onkologi kepala dan leher antara lain benjolan di payu dara, benjolan di leher, tukak atau lesi di kulit, benjolan di jaringan lunak, trauma maksilofasial dan leher.
  4. CP-KIP 14: Mampu melakukan pemeriksaan klinik (anamnesis dan fisik diagnostik) dalam orthopaedi, urologi, kardiothoraks antara lain : fraktur tulang dan dislokasi, sindroma kompartemen akut, tumor tulang, Lower Urinary Tract Symptoms, obstruksi saluran kemih atas, hematuria dan inkontinensia urin, pneumothoraks, hematothoraks dan tamponade jantung.
  5. CP-KIP 15: Mampu melakukan pemeriksaan klinik (anamnesis dan fisik diagnostik) dalam bedah anak dan plastik antara lain : obstruksi usus pada neonates dan anak, malformasi anorektal, hernia dan benjolan pada skrotum, sumbing bibir dan langitan, luka bakar dan kontraktur.
  6. CP-KIP 16: Mampu melakukan pemeriksaan klinik (anamnesis dan fisik diagnostik) dalam bedah vaskular dan saraf antara lain : oklusi arteri perifer, varises tungkai, trauma kepala, Glasgow koma scale.
  7. CP-KIP 17: Mampu melakukan beberapa teknik keterampilan bedah dasar (Basic Surgical Skills), trakeostomi, insersi chest tube, pemasangan jalur intravena: konvensional maupun melalui prosedur pembedahan, pemasangan jalur vena sentral, pembalutan, pembidaian, traksi kulit dan tulang.
  8. CP-KIP 18: Mampu menjelaskan konsep filsafat dan epidemiologi klinik : Pengantar filsafat ilmu dan epidemiologi klinik, dasar-dasar epidemiologi klinik, metode ilmiah, metode penalaran.
  9. CP-KIP 19: Mampu menjelaskan metodologi bedah Pengantar metodologi penelitian (pengertian, fungsi, tujuan), sain dan penelitian ilmiah, Deduksi-induksi, Jenis-jenis penelitian ilmiah (penelitian epidemiologi), Penelitian eksperimental, Proses penelitian (identifikasi, perumusan masalah, tujuan, kerangka konsep, perpustakaan), Sampling, Pengumpulan data (instrumen pengukuran, wawancara), Uji coba instrumen, validitas, rehabilitas instrumen, Pengolahan dan analisis data, Etika Penelitian, Formulasi usulan penelitian, Rancangan laporan penelitian, Seminar proposal penelitian.

 

 

 

 

  1. b.    Tahap bedah dasar

Kompetensi kognitif

 

  1. CP-KIP 20 : Pada bagian Bedah Digestif, Mangetahui pemberian makan dini pada penderita pasca bedah (Early Recovery After Surgery), Patofisiologi nyeri pada kelainan biliodigestif,  fungsikeseimbangan flora normal pada traktus gastrointestinal, Kolestasis, Infeksi intraabdominal, Obstruksi intestinal dan surgical  approach bedah digestif
  2. CP-KIP 21 : Pada bagian Bedah OnkologiMampu memahami Karsinogenesis, Skrining kanker, Pencegahan kanker, Deteksi dini kanker, Penentuan stadium kanker, Prinsip Onkologi Bedah, Pemilihan modalitas terapi untuk penderita kanker, Dukungan nutrisi untuk penderita kanker dan Terapi paliatif dan penanganan nyeri kanker
  3. CP-KIP 22 : Pada bagian Bedah anak, mampu memahami respon endokrin dan metabolik pada pembedahan anak, Penanganan cairan dan elektrolit pada pembedahan anak , Infeksi bayi dan neonatus, Dukungan nutrisi pada pembedahan anak, Pencegahan hipotermi pada pembedahan anak dan Diagnostik prenatal dan pembedahan intra uterin
  4. CP-KIP 23 : Pada bagian Bedah TKV memahami EKG, Monitoring hemodinamik, Ventilasi mekanik dan terapi oksigen, Transfusi intrabedah dan pasca bedah, Surgical approach bedah thoraks
  5. CP-KIP 24 : Pada bagian Bedah Plastik, Penanganan luka abrasi, terbuka, laserasi ,Trauma wajah,Patofisiologi luka bakar, Resusitasi dan terapi awal pada luka bakar,Patofisiologi dan pencegahan jaringan parut,Smoke inhalation, Prinsip dasar dan macam tandur kulit,Prinsip dasar dan macam Z-plasty , rotation flap, pedicle flap free graft flap serta penanganan celah bibir dan langit langit
  6. CP-KIP 25 : Pada bagian Bedah Saraf memahami Patofisiologi dan penanganan peningkatan tekanan intrakranial,Perubahan patofisiologi pada lesi saraf perifer,Penyembuhan jaringan pada lesi saraf perifer, Prinsip dasar reparasi saraf perifer, Patofisiologi dan penanganan trauma kepala, Pemeriksaan neurologis dan monitoring neurologis di ICU, Skoring gangguan kesadaran serta implikasinya, Patofisiologi dan diagnosis hematoma epidural,Prinsip dasar penanganan fraktur depresi ,Patofisiologi dan diagnosis hidrosefalus, Pengenalan kelainan kongenital bedah saraf, Mati batang otak dan  Surgical approach bedah  saraf.
  7. CP-KIP 26: Pada bagian Bedah Urologi memahami Urodinamik, Batu urinarius, patofisiologi dan pencegahan, Patofisiologi gagal ginjal akut, Keganasan pada traktus urinarius, Inkontinensia, Acute scrotum, varikokel dan hidrokel. Kateterisasi, perawatan dan komplikasi dan Surgical approach bedah urologi
  8. CP-KIP 27: Pada bagian Bedah Orthopaedi, memahami Respon jaringan muskuloskeletal terhadap penyakit dan trauma, Biomekanik fraktur, penyembuhan tulang, Prinsip umum penanganan fraktur, Komplikasi fraktur dan penanganannya, Cedera jaringan lunak (otot, tendon dan ligamentum), Penyembuhan jaringan lunak (otot, tendon dan ligamentum), Rehabilitasi pada trauma musculoskeletal, Osteomielitis akut dan kronis, Tumor muskuloskeletal, Pengenalan kelainan kongenital orthopaedi, pengenalan penyakit degeneratif orthopaedi, Surgical approach ekstremitas superior, Surgical approach ekstremitas inferior

 

  1. c.    Ranah Kompetensi Psikomotor dan Afektif

 

  1. CP-KIP 28: Pada bagian Bedah digestive,Mampu melakukan Manajemen hernia, Appendisitis, obstruksi usus,  perioperatif cidera organ padat intra abdominal,  perioperatif cedera organ berongga intra-abdominal, karsinoma kolorektal, ikterus obstruktif, infeksi intraabdominal: peritonitis dan abses
  2. CP-KIP 29 : Mampu Mengerjakan, mencatat dan melaporkan  assessment dan evaluasi penderita kelainan gastrointestinal, Evaluasi dan diagnosis penderita akut abdomen, Interpretasi pembacaan imaging, Evaluasi dan penanganan problem luka abdomen  (infeksi, eviserasi, fasiitis, dehisensi)
  3. CP-KIP 30 : Mampu Melakukan operasi:Apendektomi, Herniorrhapy inguinal dan umbilikal, Hemoroidektomi, Fisurektomi dan Fistulektomi Anal, Insisi dan Drenase Abses Perirektal
  4. CP-KIP 31:Bertanggung jawab terhadap perawatan:Pipa nasogastrik,Pipa intestinal (pipa rektum, pipa gastrostomi, pipa jenunostomi), Drain Intra abdominalFistula Intestinal, Kolostomi dan Evaluasi dan penanganan kebutuhan nutrisi penderita bedah sampai fungsi gastrointestinal normal kembali.
  5. CP-KIP 32:Melakukan analisa dan pemeriksaan fisik penderita bedah dengan kelainan hepar dan saluran empedu. Meminta dan menginterpretasi pemeriksaaan laboratorium dan radiologi untuk evaluasi pasien dengan ikterus, Membantu perawatan perioperatif  penderita operasi hepatobilier, Asistensi operasi hepatobilier, Melakukan anamnesa dan pemeriksan yang tertuju pada kelainanpancreas, Membantu penanganan penderita pankreatitis akut, Membantu penanganan perioperatif penderita yang menjalani pembedahan pankreas  .
  6. CP-KIP 33: Pada bagian Bedah Anak, mampu memanajemen perioperatif malformasi anorektal, penyakit Hirscprung, stenosis pilorus hipertofi, atresia duodenum, atresi ileum, atresia esofagus, omfalokel.
  7. CP-KIP 34: mampu evaluasi meliputi hetero anamnesa, pemeriksaan fisik penderita dengan kelainan bedah pada anak , Meminta dan intepretasi pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium, imaging) penderita dengan kelainan bedah pada anak
  8. CP-KIP 35:Melakukan tindakan bedah sederhana:insisi abses, vena seksi, kolostomi, apendektomi , herniotomi,sirkumsisi , serta Mampu mengklasifikasi kelainan kongenital bayi, mengetahui asalnya, dan kebutuhan tindakan pembedahan
  9. CP-KIP 36: Pada bagianBedah Onkologi, Kepala dan Leher, mampu melakukan anajemen perioperatifstruma nodosa, karsinoma tiroid, karsinoma rongga mulut, tumor kelenjar liur, higroma leher, limfadenopati leher, tumor jinak payudara,tumor ganas payudara,basalioma, melanoma maligna, karsinoma sel skwamosa, tumor jinak jaringan lunak, tumor ganas jaringan lunak

10. CP-KIP37: MampuMelakukan pemeriksaan kepala dan leher termasuk intra oral dan Evaluasi penderita penyakit tiroid dan  paratiroid dan melakukan  perawatan pra dan pasca bedah tiroid dan paratiroid

11. CP-KIP 38:Mampu menjadi Asistensi operasi tiroid dan paratiroid dan merencanakan secara komprehensi penanganan penderita dengan kelainan  tiroid dan paratiroid

12. CP-KIP 39 :Evaluasi penderita trauma wajah termasuk fraktur maksilofasial dan laserasi, mampu menangani problem jalan nafas secara darurat (Intubasi, Krikotirotomi dan Trakeostomi) dan mampu melakukan terapi sialadenitis, merawat luka kontaminasi daerah kepala leher termasuk gigitan binatang.

13. CP-KIP 40:Melakukan biopsi terbuka kelenjar getah bening, tumor kepala dan leher termasuk rongga mulut danmelakukan evaluasi benjolan dikepala leher dan merencakan terapi yang tepat, meminta dan interpretasi pemeriksaan imaging (X-ray, USG, CT-Scan, MRI) pada kelainan kepala dan leher, mengevaluasi dan terapi abses/ infiltrat daerah kepala leher, mampu menegakkan diagnosis fraktur maksilofaksial dan penanganan perioperatif fraktur maksilofaksial menjadi asistensi operasi daerah kepala leher (operasi kelenjar liur, diseksi leher radikal, fraktur maksilofasial dan eksisi kanker rongga mulut

14. CP-KIP 41:Melakukan FNA, mampu melakukan anamnesa untuk evaluasi penderita dengan kelainan payudara, mampu melakukan pemeriksaan fisik dan prosedur sederhana pada payudara, Identifikasi tumor payudara (fibroadenoma, fibrokistik,mastitis, dan kanker) dan Interpretasi tanda keganasan pada mammogram (stellate, micro calcification) dan Melakukan eksisi fibroadenoma, fibrokistik payudara

15. CP-KIP 42:Mampu memilih dan mengirim spesimen pembedahan untuk pemeriksaan patologi, mampu menentukan indikasi pemeriksaan reseptor estrogen dan progesterone dan mengedukasi penderita untuk pemeriksaan payudara sendiri

16. CP-KIP 43:Mampu melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik penderita dengan tumor kulit dan membedakan secara klinis antara tumor kulit jinak dan ganas, mampu melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik penderita dengan tumor jaringan lunak.

17. CP-KIP 44:Pada BagianBedah Kardio-Thoraks, Mampu memanajemen perioperative hematothoraks, pneuothoraks, tumor mediastinum dan trauma jantung, mampu mengevaluasi pederita kelainan toraks,intrepetasi pemeriksaan penunjang dan penanganan awalnya.

18. CP-KIP 45:Evaluasi penderita dalam menjalani pembedahan dengan mempertimbangan resiko dan persiapan pembedahan dan mampu mengerjakan pemasangan chest tube, thorcocentesis dan kanulasi vena sentral.

19. CP-KIP 46: Pada Bagian Bedah Vaskular, mampu memanajemen perioperativeoklusi pembuluh darah arteri, varises dan trauma vascular, menjadi asistensi pembedahan varises, ligasi, striping, penanganan ulkus varikosis dan thrombosis vena, mampu operasi amputasi dengan level demarkasi dan kontrol sepsis

20. CP-KIP 47:Menjadi asistensi operasi thromboendarterectomy, thrombectoy, VP shunt ,simpatektomi dan kelainan kongenitalmampu melakukan assessment prabedah dan perawatan pasca bedah penderita yang dilakukan prosedur bedah vascular

21. CP-KIP 48:Pada bagianBedah Plastik dan Rekonstruksi.Mampu memanajemen perioperative celah bibir, celah langit-langit, hemangioma, kontraktur, luka bakar, hipospadia dan trauma wajah, melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratoris dan imaging, mengevaluasi terapi luka awal terbuka dan bakar , debridemen luka dan operasi tandur kulit, melakukan flap kulit lokal dan  manajemen trauma  wajah.

22. CP-KIP 49 :Pada bagian Bedah saraf, mampu memanajemen  perioperative cedara otak, cedera korda spinalis, meningokel, hidrosefalus, tumor otak, mielum dan HNP

23. CP-KIP 50:Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang diagnosis dengan berbagai tingkat kesadaran pasien cedera kepala, menjadi asistensi prosedur bedah saraf (kraniotomi, laminektomi, eksisi tumor, abses, hematoma, diskus,shunting pada hidrosefalus dan dibawah bimbingan (K3A3P3) melakukan reparasi kulit kepala

24. CP-KIP 51:Pada bagian Urologi,Mampu memanajemen perioperative hidrokel, varikokel, BPH, trauma ginjal, uretra, buli dan batu saluran kemih, menganamnesis, pemeriksaan fisik, menangani gangguankeseimbangan cairan, ellektrolit dan melakukan colok dubur.

25. CP-KIP 52:Merencanakan terapi tepat pada kelainan urulogi dan katerisasi buli,Mengevaluasi, ct scan usg pada trauma traktus urinarius, melakukan dan intrepetasi uretogram sistogram dan sistosomi (K3A3P3)

26. CP-KIP 53: Pada bagian Orthopedi, mampu memanajemen perioperative fraktur femur, kruris, pelvis, humeri, antebrakii, vertebra dan osteosarcoma, Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang penderita dengan kelainan orthopedic (trauma, kelainan kongenital, peyakit degenerative inflamsi dan neoplasma, melakukan penanganan trauma orthopedic pada ekstremitas (K3A3P3)

27. CP-KIP 54: Monitor tanda sindroma kompartmen dan emboli lemak dengan terapi tepat, melakukan aspirasi sendi dibawah bimbingan (K3A3P3) dan penanganan amputasi dibawah bimbingan (K3A3P3)

 

  1. Ilmu Kedokteran Klinis Spesialis Lanjut (Advanced Spesialis)

 

  1. CP-KIP 55: Pada Bagian Bedah Digestif (K3A3P5)Menangani penderita dengan kelainan bedah pada traktus digestivus, menegakkan diagnosis penderita dengan anamnesa, pemeriksaan fisik, intepretasi pemeriksaan penunjang dan memberikan terapi, melakukan perawatan  dan mendeteksi pre-operatif  dan post –operatif
  2. CP-KIP 56:Melakukan follow up penderita dan melakukan operasi (reseksi/ anastomosis usus, penanggulangan trauma hepar, perforasi organ berongga, splenektomi, drainase pnkreatitis, kolisestektomi, gastroenterostomi, operasi Miles, Hartmann, Hemikolektomi, Biliodigestive shunt dan endoskopi gastrointestinal, mampu mengsistensi operasi (whipple, reseksi hepar, LAR, advance Laparoscopic surgery)
  3. CP-KIP 57: Pada Bagian Bedah Onkologi, Kepala dan Leher (K3A3P5).Mampu menangani penderita dengan kelainan bedah onkologi (Tumor jinak payudara, jaringan lunak , jinak kulit, karsinoma payudara, sarcoma jaringan lunak dan karsinoma kulit)
  4. CP-KIP 58:Mampu menegakkan diagnosis penderita dengan cara; melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik,meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris, imaging dan biopsy), memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, mampu melakukan perawatan dan mendeteksi komplikasi pre-operatif dan post operatif dapat melakukan follow up penderita
  5. CP-KIP 59:Melakukan operasi (Mastektomi simple, modifikasi radikal, radikal dan eksisi luas karsinoma kulit non melanoma, melanoma maligna dan sarcoma jaringan lunak.
  6. CP-KIP 60:Menangani penderita dengan kelainan bedah pada kepala dan leher ( Karsinoma rongga mulut, tumor parotis, Karsinomatiroid, limfadenopati, tumor jinak rongga mulut, tumor jaringan lunak, ameloblastoma, higroma leher,  struma, kista  odontogenic , ranula, kista brakiogenik, kista ductus tiroglosus, trauma jaringan lunak wajah, fraktur di nasal, maksila, zigoma dan mandibular.
  7. CP-KIP 61:Menegakkan diagnosis dengan melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris, imaging dan biopsy), mampu memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, mampu melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif, mendeteksi komplikasi post-operatif dan penanganannya
  8. CP-KIP 62:Melakukan operasi(Ismolobektomi, tiriodektomi total, parotidektomi, maksilektomi, hemiglosektomi, reseksi mandibula, eksisi luas dan rekonstruksi sederhana, eksisi parsial + marsupialisasi ranula, eksisi tumor jaringan lunak, eksisi  tumor jinak rongga mulut, eksisi higroma dan kista brakiogenik, melakukan operasi (AsistenRadical Neck Dissection (RND) ,Prosedur Sistrunk (kista duktus tiroglosus), Reposisi dan osteosintesis fraktur maksilofasial, Repair trauma jaringan lunak wajah )
  9. CP-KIP 63:Pada Bagian Bedah Anak (K3A3P5), mampu mengelola penderita dengan kelainan bedah anak (Neonatal sepsis, Tumor ginjal, Intussusepsi, Neonatal peritonitis, Necrotising enterocolitis, Atresia esophagus, Stenosis pilorik hipertrofi, Atresia duodenum, Stenosis duodenum, Pankreas anulare ,Atresia/ stenosisjejuno ileal,  meconium ileus, Malformasi anorectal, Penyakit Hischprung, Kriptor kismus,Hipospadia,Omfolakel,gastroskisis, Patent omphalomesenteric duct dan malrotasi usus halus.

10. CP-KIP 64:Menegakkan diagnosis penderita dengan cara melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang terarahMeminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris, imaging, dan biopsi).

11. CP-KIP 65:Memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif, mendeteksi komplikasi post-operatif dan menanganinya, melakukan follow-up penderita

12. CP-KIP 66:Mampu melakukan operasi :Kolostomi  penutupan stoma pada neonates, Operasi invaginasi laparotomy, Operasi atresia ani letak rendah, Operasi omfalokel kecil, Piloromiotomi, Reseksi dan anastomosis usus, Gastroschizis (pemasangan gastroschizis bag), Orkidopeksi, Kordektomi, Hidrokel, Heniotomi, Apendektomi, Atresia ileum (Santuli) dan Gastrostomi

13. CP-KIP 67:Pada Bagian Bedah Kardiothoraks Mengelola penderita dengan kelainan bedah pada kardiothoraks (Pneumothoraks, HematoThoraks, Flail chest, Tamponade jantung, Luka tusuk dinding Thoraks, Patah tulang iga), menegakkan diagnosis penderita dengan cara:  (melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang terarah, meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris,  imaging, dan biopsi)

14. CP-KIP 68:Memberikan terapi, termasuk merencakan terapi penunjang, melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif mendeteksi komplikasi post-operatif dan menanganinya, melakukan follow-up penderita (rehabilitasi), melakukan operasi :Torakotomi trauma dan Osteosintesis  iga

15. CP-KIP 69:Pada Bagian Bedah Vaskular, mampu mengelola penderita dengan kelainan dan penyakit bedah vaskular (Deep Vein Thrombosis (DVT, Emboli arteri akut, Fistula AV (Cimino), Penyakit Buerger & penyakit arteri perifer obstuktif (PAPO), Varises dan Gangren diabetic, melakukan operasi: (Stripping varises, A-V shunt, Embolektomi dan Anastomosis pembuluh darah.

16. CP-KIP 70:Pada Bagian Bedah Plastik & Rekonstruksi (K3A3P5) Mengelola pasien dengan kelainan dibidang bedah plastic & rekonstruksi : (Keloid, Kontraktur, Sumbing bibir, Celah langit-langit, Luka bakar, Hipospadia dan Fraktur maksilofasial)

17. CP-KIP 71:Menegakkan diagnosis penderita dengan cara:(Melakukan anamnesa dan  pemeriksaan fisik yang terarah, meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris, imaging, dan biopsy, memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif, mampu mendeteksi komplikasi post-operatif dan menanganinya

18. CP-KIP 72: Melakukan follow-up penderita, melakukan operasi : (Labioplasti, Osteosintesis fraktur maksilofasial, Penanganan konservatif dan operatif pada luka bakar dan Release kontraktur)

19. CP-KIP 73: Pada Bagian Bedah Saraf (K3A3P5), Mengelola penderita dengan kelainan bedah syaraf (Fraktur impresi tengkorak, Fraktur basis kranii, Cedera kepala ringan, Cedera kepala sedang, Hematom epidural, Cedera sumsum tulang belakang.Menegakkan diagnosis penderita dengan cara: (melakukan anamnesa dan  pemeriksaan fisik yang terarah, meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris, imaging)

20. CP-KIP 74: Memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, Melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif, Mendeteksi komplikasi post-operatif dan menanganinya, melakukan follow-up penderita, melakukan operasi : (Burr hole hematoma epidural, Elevasi fraktur depresi tulang tengkorak dan Reposisi fraktur impresi)

21. CP-KIP 75: Pada Bagian Bedah Urologi (K3A3P5), Mengelola penderita dengan kelainan bedah Urologi: (Karsinoma penis, Tumor testis, Tumor ginjal, Varikokel, Pionefrosis, Fournier gangrene, Vasektomi, Batu saluran kemih, Hidrokel, Benign prostat hyperplasia ( BPH ), Karsinoma prostat, Torsio testis, Ruptur uretra, Ruptur buli-buli, Trauma ureter dan Trauma ginjal

22. CP-KIP 76: Menegakkan diagnosis penderita dengan cara; (Melakukan anamnesa dan  pemeriksaan fisik yang terarah, meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris, imaging, dan biopsy), memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif, mendeteksi komplikasi post-operatif dan menanganinya

23. CP-KIP 77:  Melakukan follow-up penderita, melakukan operasi : (Nefrostomi,Prostatektomi terbuka, Nefrektomi, Orkhidektomi, Orkidopeksi , Repair uretra anterior, buli-buli, ureter, ginjal, ligasi tinggi pada varikokel, Vesikolitotomi, ureterolitotomi, pielolitotomi, Amputasi penis dan Vasektomi).

24. CP-KIP 78: Pada Bagian Bedah Orthopaedi (K3A3P5), Mengelola penderita dengan kelainan bedah Orthopaedi: (Tumor jinak tulang, Patah tulang terbuka, Fraktur kompresi vertebra, Fraktur klavikula, Fraktur humerus, Fraktur suprakondiler humeri, Dislokasi siku akut, Dislokasi bahu akut dan Dislokasi panggul akut)

25. CP-KIP 79:  Mengelola penderita dengan kelainan bedah Orthopaedi (Fraktur antebrakii, Fraktur olekrenon, Fraktur Colles, Fraktur femur, Fraktur patella, Fraktur kruris dan Ruptur tendon akhiles), ,menegakkan diagnosis penderita dengan cara: (Melakukan anamnesa dan  pemeriksaan fisik yang terarah, meminta dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang (laboratoris,imaging, dan biopsy), memberikan terapi, termasuk merencanakan terapi penunjang, melakukan perawatan pre-operatif dan post-operatif,mendeteksi komplikasi post-operatif dan menanganinya, dan melakukan follow-up penderita.

26. CP-KIP 80: Melakukan operasi :(Reduksi terbuka dan fiksasi interna (ORIF), Nailing  femur, Plate & screw : tibia, radius, ulna, humerus, klavikula dan Tension band wiring (TBW) pada olecranon dan patella, eksisi tumor jinak tulang, Biopsi tulang, Disartikulasi sendi besar: pangul, bahu, lutut dan Tendon repair

 

  1. Kemampuan Bidang Keterampilan Umum
    1.  CP-KBKU1: Mampu bekerja di bidang bedah serta memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi yang berlaku secara nasional/internasional;
    2. CP-KBKU2: Mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, kreatif, dan komprehensif;
    3. CP-KBKU3: Mampu menyusun laporan hasil studi setara tesis yang hasilnya disusun dalam bentuk publikasi pada jurnal ilmiah profesi hasil terakreditasi nasional dan internasional, atau menghasilkan karya desain yang spesifik beserta deskripsinya berdasarkan metoda atau kaidah desain dan kode etik profesi yang diakui oleh masyarakat profesi pada tingkat nasional dan internasional;
    4. CP-KBKU4: Mampu mengkomunikasikan hasil kajian, kritik, apresiasi, argumen, atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, kewirausahaan, dan kemaslahatan manusia, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat umum melalui berbagai bentuk media;
    5. CP-KBKU5: Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaan profesinya baik oleh dirinya sendiri, sejawat, atau sistem institusinya;
    6. CP-KBKU6: Mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya pada bidang bedah yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja dengan mempertimbangkan kemutakhiran bidang bedah di tingkat nasional, regional, dan internasional;
    7. CP-KBKU7: Mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi;
    8. CP-KBKU8: Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah baik pada bidang bedah, maupun masalah yang lebih luas dari bidangnya;
    9. CP-KBKU9: Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang maupun yang tidak sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang kompleks yang terkait dengan bidang bedah.

10. CP-KBKU10: Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi kedokteran dan kliennya;

11. CP-KBKU11: Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang profesi bedah sesuai dengan kode etik kedokteran indonesia;

12. CP-KBKU12: Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri dan tim yang berada di bawah tanggungjawabnya;

13. CP-KBKU13: Mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan bedah atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang kesehatan;

14. CP-KBKU14: Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data serta informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya.

 

 

 

 

F. PETA CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN

 

NO

BAHAN KAJIAN

NAMA MATA KULIAH

CP

SKS

SEMESTER

WAJIB

PILIHAN

1

Aturan/pedoman sistematis perilaku etis dokter, secara baik dan benar. Keseluruhan peraturan tentang tingkah laku dalam masyarakat yang dapat dilaksanakan pelaksanaannya

Filsafat Ilmu, Etika, dan Hukum Kedokteran

CP-STN1 - CP-STN 14

1

 

1

2

Prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu

Metodologi Penelitian

CP-STN 1 -

CP-STN 14,

KIP1 - KIP 10

2

 

1

3

Ilmu pengetahuan tentang pengembangan dan aplikasi metode pengumpulan, pengolahan, penyajian, analisa/intrepretasi data numerik, berkaitan dengan aplikasi metode statistik pada persoalan di bidang kedokteran

Biostatistik & Komputer Biostatistik

CP-STN 1 -

CP-STN 14,

KIP1-KIP5

2

 

1

4

Sejarah perkembangan, dan hubungan biologi molekuler dengan beberapa disiplin ilmu lainnya, asam nukleat, struktur molekuler kromosom, replikasi DNA

Biologi Molekuler

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

2

 

1

5

Dasar-dasar genetika dan penyakit kelainan bawaan

Genetika Kedokteran

CP-STN 1 -

CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

1

 

1

6

Dasar-dasar farmakologi klinik beberapa perbedaan efek obat teknik uji klinik.

Farmakologi Klinik

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

1

 

1

7

Konsep epidemiologi, dinamika penyebaran penyakit, Surveilans, penanganan KLB, penelitian epidemiologi dan evidence-based practice.

Epidemiologi, Epidemiologi Klinik dan kedokteran berbasis klinik dan kedokteran berbasis bukti/KBB(Evidence Based Medicine)

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

2

 

1

8

Pengertian organisasi, Jenis organisasi, Perubahan dalam Organisasi Kesehatan, Jenjang Tingkat Pelayanan Kesehatan, Pengertrian Administrasi, Unsur Pokok Administrasi

Administrasi Kesehatan

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP7 - KIP10

1

 

1

9

Materi tentang makna, lingkup, tujuan dan manfaat serta kaitan Patologi Klinik dengan Farmasis; interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium

Pengetahuan Dasar laboratorium klinik

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

1

 

1

10

Anatomi dan fisiologi yang berkaitan dengan sistem pernafasan, kardiovaskuler, sistem saraf pusat dan perifer dan sistem lain berkaitan dengan tugasnya dalam memberikan anestesia  umum dan regional

Fisiologi klinik bedah

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

2

 

1

11

Sasaran Keselamatan Pasien

Patient safety

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

2

 

1

12

Pencegahan dan Pengendalian infeksi

Pencegahan dan pengendalian infeksi

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP 10

2

 

1

13

Standart mutu pendidikan dan pelayanan rumah sakit

Penjaminan mutu

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10

2

 

1

14

Anatomi anoperineum dan rectum. Etiologi, patogenesis dan diagnosis penyakit-penyakit di anus dan rektum. Teknik pemeriksaan dengan proktoskopi dan rektoskopi. Persiapan penderitapra proktoskopi dan rektoskopi.

 

Bedah Digestif 1

CP-STN 1

CP-STN 2

CP-STN 3

CP-STN 4

CP-STN 5

CP-STN 6

CP-STN 7

CP-STN 8

CP-STN 9

CP-STN 10

CP-STN 11

CP-STN 12

CP-STN 13

CP-STN 14,

KIP1 - KIP12,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

4

 

2

15

Anatomi, topografi, fisiologi jalan nafas bagian atas. Etiologi, diagnosis dan rencana pengelolaan obstruksi jalan nafas bagian atas. Teknik operasi krikotirotomi atas dan komplikasinya.

Bedah Kepala Leher 1

 

 

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP 10,

KIP13,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

16

Anatomi, yudara. Indikasidan persyaratan drainase abses mamma. Tekhnik drainase abses mamma. Perawatan pasca bedah.Tujuan biopsy. Indikasi, kontraindikasi dan syarat biopsy. Jenis-jenis biopsy. Prosedur biopsy

Bedah Onkologi 1

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1 - KIP10, KIP 13,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

 

 

3

 

2

17

Anatomi dari anal canal. Etiologi, macam,diagnosis dan rencana pengelolaan penderita dengan penyempitan anal. Tehnik operasi businasi dan komplikasinya.

Bedah Anak 1

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP15,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

18

Anatomi rongga toraks dan fisiologi pernapasan. Etiologi, patologi, macam, diagnosis kelainan pernapasan dan rencana pengelolaan pemasangan WSD. Teknik operasi pemasangan WSD dan komplikasinya.

 

Bedah Kardiothoraks 1

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP 10,

KIP14,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

19

Anatomi dari sistem vena sentral dan perifer. Indikasi dan kontraindikasi pemasangan KTS. Instrumentasi dan teknik pemasangan KTS. Interpretasi hasil KTS. Komplikasi pemasangan dan penanganannya. Perawatan pasca bedah. Follow up pasien

Bedah Vaskuler 1

CP-STN 1

CP-STN 2

CP-STN 3

CP-STN 4

CP-STN 5

CP-STN 6

CP-STN 7

CP-STN 8

CP-STN 9

CP-STN 10

CP-STN 11

CP-STN 12

CP-STN 13

CP-STN 14,

KIP1-KIP10, KIP16-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

20

Anatomi kulit dan fisiologi cairan tubuh. Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan luka bakar. Tehnik operasi debridement, perawatan luka bakar dan komplikasinya. Work-up penderita  luka bakar. Perawatan penderita luka bakar  pra operatif dan pasca operasi

Bedah plastik dan rekonstruksi 1

CP-STN 1

CP-STN 2

CP-STN 3

CP-STN 4

CP-STN 5

CP-STN 6

CP-STN 7

CP-STN 8

CP-STN 9

CP-STN 10

CP-STN 11

CP-STN 12

CP-STN 13

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP15,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

21

Melakukan pembedahan reparasi laserasi kulit kepala, Anatomi Skalp, Teknik tindakan operatif, Penyulit Tindakan, Perawatan

Bedah saraf 1

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP16-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

22

Anatomi, histologi, dan fisiologi urethra. Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan retensi urin. Tehnik kateterisasi dan komplikasinya. Work-up penderita dengan kateter. Perawatan penderita retensi urin pra kateterisasi dan pasca kateterisasi

Bedah Urologi 1

CP-STN 1

CP-STN 2

CP-STN 3

CP-STN 4

CP-STN 5

CP-STN 6

CP-STN 7

CP-STN 8

CP-STN 9

CP-STN 10

CP-STN 11

CP-STN 12

CP-STN 13

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP14,

KIP17-K

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

23

Patofisiologi dan klasifikasi dislokasi panggul akut. Diagnosis dislokasi panggul akut. Tindakan reduksi tertutup. Komplikasi pasca penanganan dislokasi panggul akut serta penanganannya. Rehabilitasi pasca penanganan dislokasi panggul akut

Patofisiologi dislokasi bahu akut.

Bedah Orthopedi 1

CP-STN 1

CP-STN 2

CP-STN 3

CP-STN 4

CP-STN 5

CP-STN 6

CP-STN 7

CP-STN 8

CP-STN 9

CP-STN 10

CP-STN 11

CP-STN 12

CP-STN 13

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP14,

KIP17-KIP19

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

1

 

2

24

Anatomi saluran cerna bagian atas. Fisiologi saluran cerna bagian atas. Gejala dan tanda klinis obstruksi esophagus.

Indikasi dan tehnik pembedahan pada obstruksi esophagus.

Bedah Digestif 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP12,

KIP17-KIP19,

KIP20

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

4

 

3

25

Anatomi, topografi, fisiologi jalan nafas bagian atas . Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan obstruksi jalan nafas bagian atas. Teknik operasi obstruksi jalan nafas bagian atas dan komplikasinya.

Bedah Kepala Leher 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP 10,

KIP13,

KIP17-KIP19,

KIP24

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

26

Tujuan biopsy. Indikasi, kontraindikasi dan syarat biopsy. Jenis-jenis biopsy. Prosedur biopsy

Anatomi, topografi, histologi, dan fisiologi dari kelenjar payudara.

Bedah Onkologi 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP10, KIP 13,

KIP17-KIP19,

KIP21

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

 

4

 

3

27

Anatomi inguinalis dan dinding depan abdomen.

Bedah Anak 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP15,

KIP17-KIP19,

KIP22

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

28

Anatomi, topografi dari Perikardium.Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan efusi perikardium.Tehnik operasi efusi perikardium dan komplikasinya.

Bedah Kardiothoraks 2

CP-STN 1-

KIP14,

KIP17-KIP19, KIP23

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

29

Anatomi, dan patologi dari diabetik foot. Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan gangrene diabetikum. Tehnik operasidebridemen dan amputasi ganggren dan komplikasinya.

Bedah Vaskuler 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1-KIP10, KIP16-KIP19, KIP23

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

30

Anatomi kulit dan jaringan sub kutan. Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan penderita skin graft. Tehnik operasi skin graft  dan komplikasinya.

Bedah plastik dan rekonstruksi 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP15,

KIP17-KIP19, KIP24

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

31

Melakukan pembedahan reparasi laserasi kulit kepala, Anatomi Skalp, Teknik tindakan operatif, Penyulit Tindakan, Perawatan

Bedah saraf 2

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP16-KIP19, KIP25

2

 

3

32

Anatomi, topografi, histologi, fisiologi dan biokimia dari sistem saluran kemih. Etiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan retensio urin dan ruptur uretra. Tehnik operasi sistostomi dan komplikasinya

Bedah Urologi 2

CP-STN 1-  

CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP14,

KIP17-KIP19, KIP26

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

33

Patofisiologi patah tulang terbuka. Diagnosis patah tulang terbuka. Penanganan patah tulang terbuka untuk semua jenis patah tulang.

Bedah Orthopedi 2

CP-STN 1-CP-STN 14,

KIP1-KIP10,

KIP14,

KIP17-KIP19,

KIP27

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

3

34

Anatomi, tofografi anus dan rektum. Etiologi, macam, diagnosis, dan rencana pengelolaan fistula perional.

 

Bedah Digestif 3

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP12,

KIP17-KIP19,

KIP20,

KIP28-KIP32

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

2

 

4

35

Anatomi topografi bedah, fisiologi, biokimia dan histo-patologi dari kelenjar tiroid. Etiologi, macam, diagnosis, dan rencana pengelolaan struma uninodusa dan multinodusa.

Bedah Kepala Leher 3

CP-STN 1-

CP-STN 14,

KIP1 - KIP 10,

KIP13,

KIP17-KIP19,

KIP24, KIP36

CP-KBKU 1 – CP-KBKU 14

3

 

4

36

Anatomi, payudara. Indikasi dan persyaratan drainase abses mamma. Tekhnik drainase abses mamma. Perawatan pasca bedah.

Bedah Onkologi 3

CP-STN 1-

CP-STN 1